Sosialisasi Netralitas ASN, Bawaslu tekankan ASN Harus Jaga Netralitas
|
Bawaslu Kabupaten Ngada selenggarakan Sosialisasi Netralitas Aparatur Sipil Negara ( ASN ) pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024. Kegiatan ini digelar di Aula Hotel Korina Bajawa pada Kamis, 17 Oktober 2024 yang dihadiri oleh Asisten 1 Setda Ngada mewakili Pejabat Bupati Ngada, Pimpinan OPD dan Camat se- Kabupaten Ngada.
Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pencerahan, dan payung hukum kepada ASN lingkup Pemda Ngada terkait Netralitas ASN. Dengan sosialisasi ini Pimpinan OPD dan para Camat menjadi contoh bagi instansi masing-masing dalam menjaga posisi sebagai Aparatur Sipil Negara dalam Pilkada serentak mendatang.
Acara ini dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Ngada Antonius Ndiwal, S.Fil., M.Th yang didampingi oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Ngada, Sebastianus Fernandez, SE dan Walterius Niku.
Sosialisasi Netralitas ASN di Kabupaten berlangsung ditengah maraknya keterlibatan ASN dalam mengakomodasi kepentingan Politik kandidat tertentu.
Dalam sambutannya Ketua Bawaslu Ngada menjelaskan pelaporan salah satu ASN dengan menjabat posisi strategis di lingkup Pemda Ngada di Polres Ngada dan penerusan ke Badan Kepegawaian Negara. Pelaporan itu setelah pihak Bawaslu mendapatkan Video / Foto seorang pejabat teras di lingkup Pemda Ngada terlibat dalam kampanye salah satu Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Hingga kini kasus ini sedang dalam penanganan Satreskrim polres Ngada dengan memanggil yang bersangkutan dan beberapa saksi.
Pemateri dalam kegiatan ini adalah Asisten 1 Setda Ngada dan Pegiat Pemilu Thomas Mauritus Djawa, SH.,MH
Maraknya ASN terjun langsung dalam politik praktis di Kabupaten Ngada sudah menjadi atensi Bawaslu Provinsi NTT. Hal itu diungkapkan oleh ANggota Bawaslu Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu NTT Magdalena Yuanita Wake yang hadir juga dalam kegiatan ini. Anggota Bawaslu Provinsi NTT itu hadir ditengah Pimpinan OPD memberikan pandangan sebagai pengawas. Kabupaten Ngada menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan atensi Bawaslu NTT karena adanya dugaan ASN tidak netral. Yuanita juga hadir di Kabupaten Ngada dalam kapasitasnya memonitoring kegiatan Sentra Gakkumdu. Kabupaten/kota yang terlibat dugaan tindak pidana Pemilihan wajib ditahui proses penanganan seperti apa dan wajib dibahas bersama Sentra Gakumdunya. Yuanita juga mengapreasi akan berlangsungnya Sosialisasi Netralitas ASN oleh Bawaslu Ngada. Kata Yuanita "Sosialisasi ini pintu besar bagi ASN untuk menyadari posisinya".
"Sosialisasi hari ini pintu besar untuk kita semua memahami bahwa ASN dalam posisi yang netral. Apalagi kita sebagai pejabat daerah. Ketika kita netral akan menjadi contoh untuk teman-teman di sekretariat kita masing-masing maupun dilevel kecamatan dan lingkup kelurahan/desa kita masing-masing” tambahnya.
Kesempatan yang sama Ketua Bawaslu Ngada Antonius Ndiwal turut menanggapi pernyataan Asisten 1 Setda Ngada Alfian yang bicara main cantik ASN dalam menyikapi Pilkada mendatang. Bahwa yang cantik dan ganteng itu pasti menjadi sorotan dan rebutan bahkan dicari. Ibarat memperistri wanita cantik, pasti ada yang sakit hati.
Humas Bawaslu Ngada