Rakor DPBerkelanjutan Triwulan II 2022
|
Bajawa,Bawaslu Ngada_ Bawaslu Kabupaten Ngada mengikuti Rapat Koordinasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan II Tahun 2022 yang dilakukan secara oleh KPUD Ngada pada Kamis(23/06/2022).
Kegiatan Rakor ini diikuti oleh Ketua Bawaslu Ngada Sebastianus Fernandez, SE bersama Anggota Bawaslu Ngada Timoteus E. Keli Sebo, S.IP dan Yohana Maria S. S. Leba, SH serta Staf Teknis Bawaslu Ngada.
Stanislaus Neke,SE Ketua KPU Ngada membuka Rapat Koordinasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan II Tahun 2022 di dampingi oleh Anggota KPU Ngada. Dalam pembukaan rapat Hans sapaan akrabnya menjelaskan bahwa seluruh KPU Kabupaten/Kota wajib melakukan koordinasi dengan Bawaslu dan seluruh stakeholder, “Berdasarkan PKPU Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang mewajibkan bahwa seluruh KPU Kabupaten/Kota wajib melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Bawaslu dan seluruh stakeholder sehingga daftar pemilih tetap pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 yang berjumlah 111.416 orang disempurnakan dan dievaluasi akan berubah hal ini dikarenakan adanya penambahan beberapa item seperti pemilih baru, alih status, pindah keluar, pindah masuk dan lain sebagainya sehingga pada Tahun 2024 DPT(Daftar Pemilih Tetap) kita akan lebih akurat,“jelasnya.
Lebih lanjut beliau mengharapkan masukan dari berbagai pihak sehingga seluruh penduduk Kabupaten Ngada yang telah memenuhi syarat memilih dapat diakomodir menjadi pemilih Tahun 2024.
Setelah itu Anggota KPU Ngada membacakan data-data dalam Daftar Pemilih Berkelanjutan. Dari dari Data Pemilih Berkelanjutan tersebut, Ketua Bawaslu Ngada Sebastianus Fernandez, SE memberikan tanggapannya.
“Terhadap data tersebut pasti diuntungkan bagi Partai Politik dalam hal ini para Caleg. Bawaslu sudah memprediksikan akan terjadi data ganda,”tambahnya. Belum adanya kerja sama untuk merapatkan barisan untuk mendata penduduk yang ada di Kabupaten Ngada. Dalam Uji Petik Bawaslu Kabupaten Ngada mendapat data bahwa banyak warga Kabupaten Ngada yang masih ber-KTP Kabupaten lain yaitu penduduk yang pindah masuk yang selama ini hanya berfokus pada penduduk yang pindah keluar.
Lebih lanjut Basti sapaan akrabnya mengharapkan harus ada kerja sama antar lembaga, koordinasi antar lembaga yaitu Pemerintah, Penyelenggara dan Partai Politik untuk mendapatkan Daftar Pemilih yang benar-benar real.(Tim Media BWS Ngada)