Pemilih Pemula SMAS Kejora Riung Antusias Ikuti Bawaslu Goes to School, Diskusi Berlangsung Interaktif
|
Bajawa, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Antusiasme pemilih pemula mewarnai pelaksanaan kegiatan Bawaslu Goes to School yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Ngada di Aula SMAS Kejora Riung, Jumat (24/7/2026). Sebanyak 56 siswa mengikuti kegiatan ini untuk memperdalam pemahaman mengenai politik, demokrasi, kepemiluan, serta peran generasi muda dalam mengawal jalannya demokrasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Ngada, Antonius Ndiwal, S.Fil., M.Th., hadir sebagai narasumber utama didampingi staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Ngada. Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 hingga 12.30 WITA tersebut dikemas dalam bentuk pemaparan materi dan diskusi interaktif bersama para siswa serta didampingi oleh tenaga pendidik.
Dalam sambutan pembuka, Antonius Ndiwal menyampaikan apresiasi kepada pihak SMAS Kejora Riung yang telah membuka ruang edukasi kepemiluan bagi para pelajar.
"Bawaslu di hari-hari ini terus berupaya menggandeng semakin banyak sekolah SMA, SMK atau sederajat untuk mulai mempersiapkan pemilih pemula menuju pemilu yang akan datang. Banyak hal yang kita tekankan, termasuk perihal pengurusan KTP dan cara menyampaikan informasi awal ke Bawaslu Kabupaten Ngada," ujarnya.
Dari 56 peserta yang hadir, tiga orang di antaranya telah berusia 19 tahun. Dua siswa mengaku telah menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Tahun 2024, sedangkan satu siswa lainnya belum dapat memberikan suara meskipun telah berusia 17 tahun karena belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Sementara itu, 53 peserta lainnya belum pernah mengikuti pemilu karena pada Pemilu Tahun 2024 belum memenuhi syarat usia sebagai pemilih. Saat ini sebagian besar telah berusia 17 tahun, sedangkan belasan siswa lainnya akan segera memasuki usia tersebut sehingga berpotensi menjadi pemilih pada pemilu mendatang.
Selama diskusi berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Awalnya moderator membuka tiga sesi tanya jawab dengan tiga penanya pada setiap sesi. Namun, tingginya minat siswa membuat moderator harus memberikan tambahan waktu agar lebih banyak peserta memperoleh kesempatan menyampaikan pertanyaan.
Berbagai isu yang berkembang dalam diskusi menunjukkan besarnya perhatian para pemilih pemula terhadap proses demokrasi. Pertanyaan yang disampaikan mencakup praktik politik uang, penyebaran hoaks dalam pemilu, cara menjadi pengawas partisipatif, mekanisme penanganan dugaan pelanggaran oleh Bawaslu, hingga tugas dan kewenangan Bawaslu di luar tahapan penyelenggaraan pemilu.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini terbagi dalam tiga pokok bahasan, yakni Politik, Demokrasi, dan Pemilu. Melalui ketiga materi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya partisipasi politik yang cerdas, penggunaan hak pilih secara bertanggung jawab, serta peran masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.
Kegiatan ini menghasilkan sejumlah capaian positif. Selain meningkatnya pemahaman siswa mengenai politik, demokrasi, dan kepemiluan, diskusi juga menumbuhkan ketertarikan para pelajar untuk berperan sebagai pengawas partisipatif dalam mengawal penyelenggaraan pemilu yang demokratis, jujur, dan berintegritas.
Melalui program Bawaslu Goes to School, Bawaslu Kabupaten Ngada berharap semakin banyak pemilih pemula yang memiliki kesadaran politik, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta berani mengambil bagian dalam mengawasi proses demokrasi demi terwujudnya pemilu yang berkualitas.
Penulis : Maria Veronika Mogi, S.I.P.