Dua Wartawan Beri Materi Bimtek Peliputan Dan Penulisan Berita
|
Bajawa,Bawaslu Ngada_ Setelah sebelumnya memberikan materi pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peliputan dan Penulisan Berita di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ngada pada tanggal 25 Mei 2021, kali ini kembali Bawaslu Ngada mengundang dua jurnalis yang sama untuk memberikan materi penguatan tentang teknik peliputan dan penulisan berita.
Kedua wartawan tersebut masing-masing Wim de Rozari dari Flores Pos dan Tommy Mbenu Nulangi dari Pos Kupang.
Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Bawaslu Ngada, Sebastianus Fernandez, SE dilaksanakan Jumat (10/12-2021) didampingi anggota Bawaslu Ngada Yohana Maria S.S. Leba, SH dan Timoteus E. Keli Sebo, S.IP yang diikuti oleh staf teknis Bawaslu Kabupaten Ngada.
Dalam pemaparan materi wartawan Flores Pos Wim de Rozari menyampaikan pentingnya kesesuaian antara judul, isi dan foto berita.
“Harus ada kesesuaian antara ketiganya dan yang paling utama adalah berita yang disampaikan harus merupakan berita aktual dan benar terjadi. Harus sesuai dengan fakta di lapangan” ungkapnya.
Dirinya juga menyampaikan tentang pentingnya menjaga komunikasi yang baik dan sopan santun dengan narasumber karena jika kita mengabaikan narasumber maka kita akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan data dalam penulisan berita.
Tommy Mbenu Nulangi pemateri lainnya menjelaskan tentang pentingnya persiapan sebelum peliputan berita seperti persiapan peralatan liputan, memahami isu yang berkembang dan menyiapkan pertanyaan.
Selain itu Tommy juga menekankan tentang pentingnya memahami narasumber. Dimana narasumber yang diwawancarai adalah orang yang mempunyai kompetensi dibidangnya. Mengetahui jabatan dan latar belakang akademis sumber berita sangat diperlukan.
“Persiapan sebelum peliputan sangat penting supaya kita bisa siap dalam melaksanakan peliputan berita. Pemilihan narasumber juga penting agar informasi yang kita dapatkan lebih akurat” ujarnya.
Wartawan Pos Kupang ini mengingatkan pentingnya mengedit sendiri berita sebelum dikirim ke redaksi. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir kesalahan dalam penulisan berita.
Di akhir kegiatan dilanjutkan dengan praktek penulisan berita oleh staf teknis Bawaslu Ngada dan dikoreksi bersama oleh kedua narasumber hingga berita ini layak dipublikasikan.(Tim Media Bws Ngd)