Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Ngada Menghadiri Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Bawaslu Ngada Menghadiri Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Bajawa,BawasluNgada_ Ketua dan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ngada menghadiri Rapat Koordinasi Pemutakhitran Data Pemilih Berkelanjutan Dengan Stakeholder Tingkat Kabupaten Ngada Tahun 2021. Kegiatan Rapat Koordinasi ini juga disiarkan secara daring via Zoom Meeting di Aula Kantor KPU Ngada, Selasa (29/06/2021).

Turut hadir langsung dalam rapat koordinasi ini Sekretaris Dinas Dukcapil Bapak Gerardus Reo, KALAPAS Tipe 2B Bajawa Bapak Mustawan dan perwakilan KODIM 1625 Ngada Pasi Intel Letnan Satu Fransisco Amaral. Hadir juga dalam rapat koordinasi via Zoom Meeting yaitu Anggota KPU Provinsi NTT Bapak Yosafat Koli dan Wakil Ketua PDIP Kabupaten Ngada Bapak Aloysius Soa.   

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Ngada, Stanislaus Neke dan didampingi Anggota KPU Ngada.

Ketua KPU Kabupaten Ngada, Stanislaus Neke dalam sambutannya menyebut dari hasil evaluasi  KPU Kabupaten Ngada mencapai partisipasi pemilih terendah dari 9 KPU yang mengadakan Pilkada 2020, KPU Ngada menduduki peringkat 8 terendah dari 9. Ketika melakukan kajian dan riset ternyata sebagian besar penduduk Ngada yang telah diakomodir menjadi pemilih masih banyak yang masih merantau.

“Mari kita saling introspeksi diri, ini dijadikan pengalaman, supaya kita sama-sama menciptakan data pemilih yang benar-benar sempurna, yang merantau kita coret saja dulu, mana kala hari H dia hadir masih bisa diakomodir menggunakan E-KTP, untuk itu mari kita satu hati selaku penyelenggara KPU dan Bawaslu Ngada dan tentu saja disupport oleh teman-teman Disdukcapil, TNI/POLRI, stakeholder lainnya dan Pimpinan Parpol agar menghasilkan data pemilih yang sangat akurat”, ujarnya.  

Sementara itu, Ketua  Bawaslu Kabupaten Ngada, Sebastianus Fernandez menambahkan, dalam Pilkada 2020, sebagai sampel Bawaslu Ngada menemukan banyak sekali di Kecamatan Inerie hampir setengah di beberapa TPS ada penduduk yang merantau, kemudian adalah ada anak-anak yang kuliah.

“Mungkin adakah suatu strategi atau suatu penetapan teknik untuk orang yang meninggal kita blokir namanya atau terhadap orang yang meratau, agar benar-benar penduduk yang ada di Kabupaten Ngada yang terdata sebagai penduduk adalah benar-benar orang yang ada dan hadir secara badan, secara tempat ada di Kabupaten Ngada dan memiliki administrasi kependudukan yang sah”,tambahnya.  

Selanjutnya, Basti sapaan akrab dari Ketua Bawaslu Ngada menambahkan karena kita adalah penyelenggara, Bawaslu Ngada melihat suatu segi bahwa, penduduk harus diakomodir, sehingga Bawaslu Kabupaten Ngada merekomendasikan beberapa penduduk yang harus dikembalikan hak pilihnya.

 

“Proficiat buat KPU Kabupaten Ngada dan Pimpinan KPU Provinsi NTT yang sudah mempercayai, penyelenggara di Kabupaten Ngada mendapatkan beberapa penghargaan, sudah pasti kami akan tetap bekerja sama”,ungkapnya.

Akhir dari Rapat Koordinasi ini, Basti mengusulkan suatu trik untuk dengan menggunakan buku panduan dimana didalamnya tertera keterangan penduduk yang meninggal, penduduk yang pindah keluar, penduduk yang pindah masuk, penduduk yang merantau, penduduk yang kuliah, dan lain-lain disampaikan ke setiap desa sehingga mereka mengetahui bahwa ada pemilih yang masuk dalam kategori di atas dan tercatat namanya dalam buku tersebut.

“Setiap bulan kita koordinasi dengan desa-desa tersebut untuk meminta buku tesebut, dan kita melakukan pemutakhiran. Dengan situasi covid ini menurut kami merupakan teknik yang paling mudah. Pada satu titik klimaks kita akan melihat bahwa penduduk yang merantau sekian, penduduk yang pindah masuk dan keluar serta penduduk yang meninggal pasti akan terdeteksi secara baik”,tambahnya.(JA)