Bawaslu Ngada Harus Lebih Kreatif Dalam Menulis Berita
|
Bajawa,BawasluNgada_ Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ngada mengikuti Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan dan Peliputan Berita Tahun 2021 bagi 22 Kabupaten/Kota. Kegiatan ini digelar oleh Bawslu Provinsi NTT via daring. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penulisan dan peliputan berita di lingkungan Bawaslu via daring oleh Bawaslu Kabupaten Ngada dilaksanakan di Kantor Bawaslu Ngada, Senin(16/08/2021).
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Thomas Mauritius Djawa, SH, didampingi 4 Anggota Bawaslu Provinsi NTT yakni Jemris Fointuna, S.Pi, Baharudin Hamzah, M.Si, Melpi Minalria Marpaung, ST dan Noldi Tadu Hungu, S.Pt. Bertindak sebagai moderator adalah Agustinus T. Rame Pejabat Fungsional Pranata Bawaslu Provinsi NTT. Kemudian narasumber dalam kegiatan ini yakni Ana Djukana sebagai Aktivis Media (NTT Online) dan Marthen Bana sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang.
Thomas dalam sambutannya menyampaikan selamat ulang tahun kepada Bawaslu Kabupaten se-Indonesia yang ke-3 terkhusus Bawaslu 22 Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT, tetap jaga soliditas, integritas dan profesionalitas demi terwujudnya Bawaslu sebagai lembaga pengawal demokrasi yang terpercaya. Kita siap akan menghadapi Pemilu langsung dan Pemilihan di Tahun 2024.
Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa, kegiatan bimtek penulisan dan peliputan berita merupakan program rutin kegiatan Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi dan ada 2 tema menarik yang akan disampaikan oleh narasumber terkait dengan menggunakan media sosial dalam penyampaian pesan-pesan pengawasan sebagai langkah-langkah pencegahan menyongsong Pemilu dan Pemilihan di Tahun 2024.
“Hari ini ada tema yang akan disampaikan oleh para narasumber yaitu berkaitan dengan penggunaan media sosial dalam menyampaikan pesan-pesan pengawasan. Memahami secara mendalam standar dan teknik penulisan berita, agar maksud dan tujuan bisa tercapai dan pesan yang ingin tersampaikan ke publik dapat tersampaikan dengan baik”, tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Jemris Fointuna mengatakan, kegiatan hari ini tidak lagi balik pada jurnalistik dasar tetapi lebih pada hal-hal yang lebih profesionalisme dalam pengelola media yang profesional. Hampir semua edisi di website judul kurang menarik dan nilai edukasinya tidak ada. Subtansi dari sebuah media adalah menyampaikan yang bersifat informasi juga memuat nilai-nilai edukasi yang ditampilkan.
“Judul Berita idealnya di bawah 8 kata, ini yang harus diliat kembali ke depan,”ujarnya.
Sementara itu, Baharudin Hamzah menyampaikan arahannya bahwa, menulis itu merupakan keterampilan untuk itu harus sering dilatih. Peserta wajib memiliki kekuatan kapasitas secara teknis setelah mengikuti bimtek.
Diharapkannya, hal teknis yang berkaitan dengan skill-skill di Kabupaten/Kota dalam menyajikan berita untuk buletin maupun website. Kegiatan kita hari ini bisa menjadi tambahan informasi, kita upgrade kembali pengetahuan-pengetahuan praktis.
Kemudian dilanjutkan dengan Ibu Melpi yang menambahkan, masi banyak yang harus dibenahi, harus lebih aktif berinteraksi dalam menyatukan pemahaman. Kita akan berproses dan belajar bersama.
Selanjutnya, Ibu Noldi menambahkan, kita harus lebih informatif, bagaimana informasi yang kita sebar ke publik itu dapat memberikan informasi kepada publik yang berkualitas. Tulisan itu enak dibaca, syarat informasi kemudian membuka kesadaran masyarakat. Bagi pengawas pemilu melalui tulisan ini sangat berguna untuk melakukan sosialisasi kepemiluan pada masyarakat.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi pembawaan materi, Bapak Marten Bana dalam materinya dengan topik Pers dan Tren Sosial Media. Prodak Pers wajib memenuhi 5W+1H. Pers dan Sosial Media bisa saling melengkapi namum harus sesuai dengan UU ITE dalam penggunaannya. Terkait dengan produksi informasi dari lembaga wajib menggunakan medsos dari lembaga.
Dalam Model Jurnalisme Kurasi, Model ini yakni proses kurasi konten dalam empat fase berurutan : Searching (mencari), Selecting (memilih), Sense Making (memberi konteks untuk membuatnya masuk akal) dan Sharing (berbagi). Manfaat Jurnalisme Kurasi adalah jurnalis mudah mencari informasi dari warga yang ada di lapangan melalui medsos. Peran Pers dalam Sosmed adalah Perangi hoaks, Perangi disinformasi dan Jauhi pemberitaan yang “trial by the press”.
“Cara Pers mempertahankan khalayak adalah turut bergabung dalam komunitas sosmed, kemudian menyebarkan tautan berita, disertai lead yang membuat penasaran melalui akun sosmed. Dengan demikian khalayak yang memilih mencari di sosmed tergiring, masuk website media bersangkutan, dengan cara mengklik tautan tersebut”, jelasnya.
Pemateri lainnya yakni, Ibu Ana Djukana dari Aktivis Media menjelaskan menulis adalah sebuah keterampilan dan harus dilatih setiap saat. Kemudian dengan membaca yang baik maka perbendaharaan kata kita akan semakin baik. Lalu dengan menggunakan media sosial, kunjungan media sosial Bawaslu akan semakin tinggi. Dengan penggunaan sosial media yang sangat tinggi Bawaslu bisa menyampaikan kerja-kerja Bawaslu ke sosial media.
Akhir dari kegiatan bimtek ini, moderator membacakan beberapa catatan penting tentang pemaparan materi oleh para narasumber dan setelah itu dilakukan sesi diskusi.(HUMAS)