Bawaslu Ngada Bekali Pemilih Pemula dengan Semangat "Cegah, Awasi, Tindak" di SMA Negeri 2 Jerebuu
|
Bajawa, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Bawaslu Kabupaten Ngada terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula melalui program Bawaslu Goes to School. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 2 Jerebuu pada Senin (27/7/2026) sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran pelajar untuk menjadi pemilih yang cerdas, berintegritas, dan berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 2 Jerebuu ini diikuti oleh 54 peserta yang terdiri atas siswa-siswi kelas X hingga kelas XII. Program ini merupakan rangkaian lanjutan setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di SMAN 1 Inerie dan SMAS Katolik Kejora Riung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu Kabupaten Ngada sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Walterius Niku, SH, bersama jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Ngada yang terdiri atas staf Divisi HP2H dan staf Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat (SDMOD). Kehadiran seluruh unsur Bawaslu tersebut menjadi wujud komitmen kelembagaan dalam memperluas pendidikan demokrasi serta memperkuat pengawasan partisipatif di kalangan pemilih pemula.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak sekolah yang menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Ngada atas komitmennya menghadirkan pendidikan demokrasi bagi kalangan pelajar. Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang belajar bagi siswa untuk memahami nilai-nilai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya pengawasan partisipatif.
"Kami bersyukur sekali Bawaslu Kabupaten Ngada dapat berkunjung dan memberikan edukasi kepada kami. Edukasi ini kiranya menjadi bekal bagi siswa-siswi kami sebagai pemilih pemula. Selain menambah pengetahuan bagi diri mereka sendiri, kami berharap ilmu yang diperoleh juga dapat mereka bagikan kepada orang tua maupun keluarga di rumah," ujar Klotilda selaku guru pendamping.
Pada kesempatan tersebut, Walterius Niku menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah menerima kehadiran Bawaslu Kabupaten Ngada dengan hangat. Menurutnya, program Bawaslu Goes to School merupakan salah satu strategi Bawaslu dalam membangun budaya demokrasi sejak dini sekaligus mempersiapkan pemilih pemula agar tidak hanya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, tetapi juga berani mengambil bagian dalam mengawasi jalannya proses demokrasi.
"Kegiatan hari ini menjadi momentum bagi teman-teman untuk mempersiapkan diri menyongsong Pemilu Tahun 2029 yang bermartabat," ujarnya.
Dalam sesi penyampaian materi, Walterius mengajak para pelajar memahami tugas dan fungsi Bawaslu melalui semangat "Cegah, Awasi, Tindak". Ia menjelaskan bahwa pencegahan merupakan langkah awal untuk meminimalkan potensi pelanggaran Pemilu. Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat, termasuk para pelajar sebagai pemilih pemula. Apabila ditemukan dugaan pelanggaran, Bawaslu akan menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, Walterius juga memaparkan berbagai materi mengenai bahaya politik uang terhadap kualitas demokrasi, dampak ujaran kebencian dalam kehidupan bermasyarakat, serta pentingnya membangun integritas sebagai pemilih sejak usia dini. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat merupakan salah satu kunci dalam menjaga kualitas demokrasi dan mewujudkan Pemilu yang berintegritas.
"Teman-teman, tugas pengawasan adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama. Melalui semangat Cegah, Awasi, Tindak, mari kita menjadi generasi muda yang berintegritas, berani menolak politik uang, serta peduli terhadap setiap proses demokrasi agar Pemilu dapat berlangsung secara jujur, adil, dan bermartabat," tegas Walterius.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari tugas Bawaslu pada masa non-tahapan, mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran Pemilu, hingga berbagai persoalan teknis lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu.
Melalui program Bawaslu Goes to School, Bawaslu Kabupaten Ngada menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah. Diharapkan para pelajar tidak hanya tumbuh sebagai pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab, tetapi juga menjadi pelopor pengawasan partisipatif yang mampu mengimplementasikan semangat "Cegah, Awasi, Tindak" dalam kehidupan berdemokrasi menuju Pemilu Tahun 2029.
Penulis : Maria Veronika Mogi, S.I.P.