Bawaslu Kabupaten Ngada Gelar Temu Diskusi Pojok Pengawasan Bersama Komunitas Zo'o Mora Ngada
|
Bajawa, 8 November 2025 - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ngada mengadakan kegiatan Temu Diskusi Pojok Pengawasan bertempat di ruangan Pojok Pengawasan Bawaslu Kabupaten Ngada dengan tema diskusi "Eksistensi Bawaslu di Masa Nontahapan". Kegiatan temu diskusi ini menghadirkan Komunitas Zo'o Mora Ngada yang merupakan salah satu komunitas anak muda yang ada di Kabupaten Ngada. Temu diskusi diawali dengan pemaparan materi kelembagaan dan pengawasan partisipatif oleh Staf Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Kabupaten Ngada, Maria Veronika Mogi S.I.P.
Dalam pemaparan materinya, Maria Mogi menjelaskan tentang Bawaslu, urgensi pengawasan, dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu atau pemilihan. Pemilu adalah kompetisi politik yang rentan terjadinya pelanggaran, karena itu pada masa non tahapan ini Bawaslu Kabupaten Ngada berupaya memperkuat pencegahan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pelaksanaan demokrasi. Hal ini merupakan tugas Bawaslu sesuai dengan UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 melakukan pencegahan, dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu.
Kaum muda mengapresiasi kegiatan temu diskusi pojok pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Ngada. Kaum muda menyadari melalui kegiatan diskusi, dapat menambah pengetahuan dan pemahaman kaum muda terkait penyelenggara pemilu terkhususnya kerja dan tugas Bawaslu pada masa nontahapan. Bagi kaum muda, langkah pencegahan Bawaslu pada masa nontahapan harus lebih diperkuat dengan memanfaatkan media sosial dan kerja sama dengan berbagai pihak. Pemanfaatan media sosial dapat dilakukan melalui postingan konten-konten edukasi yang rutin pada berbagai media sosial Bawaslu dan memberikan edukasi kepemiluan melalui grup-grup facebook Ngada, yang telah memiliki banyak pengikut. Sebab penggunaan media sosial facebook oleh masyarakat cukup tinggi pada masa tahapan Pemilu ataupun Pemilihan.
Maria Stefania Goo Kowe, salah satu anggota Komunitas Zo’o Mora mengharapkan Bawaslu Kabupaten Ngada dapat menjalin kerja sama dengan berbagai lintas sektor, seperti menjalin kerja sama dengan berbagai sekolah dan kampus yang ada di Kabupaten Ngada dengan memberikan Pelajaran kepemiluan dan pengawasan pada masa penerimaan siswa ataupun mahasiswa baru. Kerja sama lainnya dapat dilakukan oleh Bawaslu dengan gereja dan tokoh agama, melalui pemberian materi katakese yang disampaikan kepada umat. Adapun pendapat lainnya dari anggota Zo’o Mora Desi Maria Teklasia Nawa, menurutnya Bawaslu Kabupaten Ngada dapat melakukan pencegahan melalui keterlibatan lembaga pada kegiatan Musrenbangdes, sehingga desa-desa yang ada di Kabupaten Ngada dapat membuat dan melaksanakan berbagai macam program pencegahan dan pengawasan di masing-masing desa sebagai bentuk persiapan menghadapi Pemilu atau Pemilihan yang akan datang.
Pada kegiatan hari ini, selain sesi diskusi adapula sesi kaum muda melihat dan membaca berbagai macam buku kepemiluan, buku pengawasan Pemilu dan pengawasan Pemilihan yang ada di ruang pojok pengawasan. Setelah melihat dan membaca buku, kaum muda lalu melakukan pengisian angket yang dibagikan oleh staf. Pengisian angket ini sebagai alat ukur dan alat evaluasi pelaksanaan kegiatan temu diskusi di pojok pengawasan Bawaslu Kabupaten Ngada.
Kaum muda melalui Komunitas Zo’o Mora Ngada merasa senang karena dapat mengenal Bawaslu secara lebih dekat. Mengetahui tugas dan tanggung jawab Bawaslu di masa nontahapan ini, membuat mereka menyadari kehadiran Bawaslu sangat diperlukan untuk perwujudan Pesta Demokrasi yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Kaum muda pun berharap kegiatan temu diskusi dapat terus berlanjut dan penyediaan literatur-literatur kepemiluan, pengawasan Pemilu dan Pemilihan di pojok pengawasan dapat lebih ditingkatkan lagi.
Maria Veronika Mogi, S.I.P.