Apa Peran Humas Bawaslu ?
|
Bajawa, Bawaslu Ngada_ Ketua Bawaslu Ngada Sebastianus Fernandez, SE didampingi Anggota Bawaslu Ngada Timoteus E.Keli Sebo, S.IP dan Yohana Maria S. S. Leba, SH mengikuti daring Rapat Publikasi dan Dokumentasi yang diadakan oleh Bawaslu Provinsi NTT pada Senin(25/07/2022).
Tujuan pelaksanaan rapat ini adalah peningkatan sumber daya manusia bidang Publikasi dan Dokumentasi untuk menyediakan informasi tahapan pengawasan Pemilu dan Pilkada serentak Tahun 2024 kepada masyarakat.
Rapat di pimpin oleh Anggota Bawaslu Provinsi NTT Baharudin Hamzah didampingi oleh Anggota Bawaslu Provinsi NTT Jemris Fointuna, S.Pi dan Melpi Minalria Marpaung, ST. Sebagai pemateri adalah Fritz Edward Siregar, Beliau merupakan mantan Anggota Bawaslu Peroide 2017-20220 dan Marthen Bana, S.Pd., M.Ikom yang merupakan Ketua AJI Kota Kupang/Pemred TIMEX Online.
Dalam sambutannya Baharudin mengatakan bahwa untuk meningkatkan komunikasi antara Bawaslu dan publik dalam rangka mempublikasikan kewajiban Bawaslu agar publik bisa mengetahui kinerja bawaslu kemudian meningkatkan partisipasi pengawasan yang sekarang telah berada di tahapan pendaftaran dan ferivikasi faktual partai politik.
Dalam materinya Fritz menjelaskan bahwa humas memiliki peran dalam menjaga reputasi, menciptakan citra baik Bawaslu dan mengkomunikasikan segala bentuk informasi tentang Bawaslu kepada publik.
“Humas Bawaslu diharapkan mampu menyerap aspirasi masyrakat terhadap Bawaslu,”tandasnya. Keterampilan yang dituntut dari praktisi Humas pada era digital adalah keterampilan jurnalistik multimedia, antara lain: Penulisan teks pada media online harus lebih ringkas dibanding media cetak; dan penulisan berita yang lebih efisien dan cepat.
Pemateri berikutnya membahas topik Konten Kreatif, Pengawasan Pemilu dan Pemanfaaatan Medsos. Menurut Marthen peran pers/media massa adalah memberi informasi juga sebagai alat untuk mempromosikan, pendidikan, hiburan, propaganda, sosial atau kemanusiaan dan fungsi pengawasan atau fungsi kontrol.”Media juga sebagai alat dari masyarakat dalam menginformasikan pengawasan yang mereka lakukan,”tambahnya.
Selain itu Beliau juga menjelaskan bahwa peran pers dalam medsos adalah perangi hoaks, perangi disinformasi dan jauhi pemberitaan yang “trial by the press”.(Tim Media BWS Ngada)