Timoteus: “IKP adalah early warning system yakni sebagai tools peringatan dini”
|
BAJAWA,Bawaslu Ngada_. Anggota Bawaslu Kabupaten Ngada Timoteus E. Keli Sebo, S. IP bersama Staf Teknis Bawaslu Kabupaten Ngada Mario Mayolus Upe, ST menghadiri acara Launching Indeks Kerawanan Pemilu(IKP) yang dilaksanakan di Redtop Hotel – Jakarta Pusat. Jumat 16 Desember 2022.
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, SH., LL.M. membuka acara Launching Indeks Kerawanan Pemilu besama Anggota Bawaslu RI Puadi, S.Pd.,M.M., Totok Haryono, SH, Herwyn Jefler H. Malonda, M.Pd,.M.H. dan Lolly Suhenty, S. Sos.I.,M.H.
Dalam Launching Indeks Kerawanan Pemilu(IKP) Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty, S. Sos.I.,M.H., menjelaskan definisi kerawanan pemilu adalah segala hal yang berpotensi mengganggu atau menghambat proses pemilu yang demokratis.
“Tujuan Indeks Kerawanan Pemilu(IKP) adalah memetakan potensi kerawanan di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota; melakukan proyeksi dan seteksi dini terhadap potensi pelanggaran pemilu dan pemilihan serta menjadi basis untuk program pencegahan dan pengawasan tahapan pemilu dan pemilihan,”jelasnya.
Beliau menambahkan Isu strategis dalam IKP adalah netralitas penyelenggara pemilu; pelaksanaan tahapan di provinsi baru; potensi polarisasi masyarakat; mitihgasi dampak penggunaan media sosial dan pemenuhan hak memilih dan dipilih.
Turut hadir dalam acara Launching IKP Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi se-Indonesia, Anggota Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipati Masyarakat dan Hubungan Masyarakat(HP2H) Bawaslu Kabupaten/Kota, Partai Politik, Perwakilan TNI dan Polri serta Perwakilan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia(Kemenkumham).
Sejalan dengan apa yang dijelaskan oleh Lolly, Timoteus menyatakan bahwa pesta demokrasi merupakan ajang demokrasi yang kompetitif.
“Pesta demokrasi merupakan ajang demokrasi yang kompetitif untuk itu butuh suatu rencana terkait hal yang berpotensi mengganggu atau menghambat proses pemilu yang demokratis ini. IKP adalah early warning system yakni sebagai tools peringatan dini,”pungkasnya.
Timoteus melanjutkan tanggapannya terkait konstruksi IKP yang terdiri dari beberapa dimensi yaitu dimensi sosial dan politik, dimensi penyelenggaraan pemilu, dimensi kontekstasi dan dimensi partisipasi.
Setelah acara launching dilanjutkan dengan sesi diskusi, pemateri I Afrimadona Pegiat Pemilu, pemateri II Aditia Perdana yang merupakan Aktivis dan Pegiat Demokrasi, pemateri III Sri Budi Eka Wardani Dosen UI, pemateri IV Nunung Wirdyaningsih merupakan Anggota Bawaslu RI periode 2008-2012 dan Dr. Ida Budhiati, SH., MH Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu(DKPP).(HUMAS BWS Ngada)