Soft Launching “Jarimu Awasi Pemilu”
|
BAJAWA,Bawaslu_Ngada_. Bawaslu Kabupaten Ngada melaksanakan Kegiatan Siaga Pengawasan “Satu Tahun Menuju Pemilihan Umum Tahun 2024” dan Soft Launching Komunitas Digital Pengawasan Partisipatif “Jarimu Awasi Pemilu” sekaligus mendeklarasikan Pemilu Damai Tahun 2024 yang bertujuan untuk mewujudkan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil serta menciptakan Pemilu yang aman, tertib, berintegritas, tanpa hoaks, ujaran kebencian, politisasi sara, dan tanpa politik uang. Aplikasi komunitas digital pengawasan partisipatif tersebut dibuat sebagai percepatan pertukaran informasi, edukasi, literasi kepemiluan, serta amanah Perbawaslu Pengawasan Partisipatif. Kegiatan ini dilakukan di Kantor Bawaslu Kabupaten Ngada. Selasa, 14 Februari 2023.
Kegiatan dihadiri oleh Panwaslu Kecamatan Bajawa dan Pengawas Kelurahan/Desa(PKD) se-Kecamatan Bajawa serta rekan-rekan Pers.
Dalam presentasi Ketua Bawaslu Ngada Sebastianus Fernandez, SE di dampingi Anggota Bawaslu Ngada Timoteus E. Keli Sebo, S. IP dan Yohana Maria S. S. Leba, SH mengatakan bahwa komunitas digital pengawasan partisipatif ini menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Dia membayangkan jika Bawaslu seluruh Indonesia berkolaborasi
dengan sejuta orang, dan sejuta orang itu saling terhubung, maka jaringan pengawasan partisipati akan masif dan menguat.
“Kita sebagai pengawas harus menyebarluaskan seluruh tahapan, aturan, yang mana akan diterapkan dalam semua Tahapan Pemilu,”tegas Ketua Bawaslu Ngada.
Dia juga menyampaikan sebagai Pengawas kita wajib memberikan suatu edukasi kepala seluruh masyarakat Kabupaten Ngada tentang bagaimana kita mengawasi, bagaimana proses Tahapan itu dilakukan secara benar, bagaimana semua elemen masyarakat yang terlibat dalam Tahapan ini harus menjalan Tahapan ini sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Oleh karna itu Bawaslu hari ini membuat suatu gerakan yang berfokus pada pengawasan partisipatif masyarakat terhadap penyelenggara Pemilu khususnya perputaran informasi kepemiluan di dunia digital,”tandasnya.
Basti melanjutkan gerakan ini hadir sebagai solusi dalam melakukan edukasi dan literasi digital Pengawasan Pemilu, masivitas, desiminasi, respon cepat terhadap miss informasi di dalam dunia digital.(HUMAS BWS NGD)