Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Ngada Perkuat Kesadaran Politik Pemilih Pemula Muslim melalui Ngabuburit Pengawasan

Ngabuburit Pengawasan Hari Kedua

Anggota Sekaligus Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Kabupaten Ngada tengah menyampaikan tausiyah kepada Jemaat Muslim Masjid Agung Al-Ghuraba Baiturrahman Bajawa

Bajawa, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Ngada – Bawaslu Kabupaten Ngada kembali melaksanakan kegiatan Ngabuburit Pengawasan untuk kedua kalinya pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung Al-Ghuraba Baiturrahman Bajawa, setelah sehari sebelumnya digelar di Masjid Al-Ikhlas Kurubhoko.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Ngada sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Walterius Niku, bersama jajaran staf Sekretariat Bawaslu Ngada. Peserta yang hadir terdiri atas Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), imam masjid, tokoh agama, serta remaja masjid.

Ketua DKM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan Bawaslu Ngada di bulan suci Ramadan. Ia berharap kegiatan hari ini menjadi langkah awal kolaborasi dalam membangun pemahaman yang baik tentang Pemilu dan Pemilihan bagi para jemaat.

"Saya mewakili Jemaat Muslim Masjid Agung Al-Ghuraba Baiturrahman Bajawa, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan Bawaslu Ngada bersama Staf yang telah membuka ruang informasi bagi kami untuk mengenal lebih dalam tentang Bawaslu. Semoga melalui kegiatan ini, kita dapat membuka ruang-ruang diskusi lainnya demi menciptakan pemahaman politik yang baik bagi seluruh jemaat," ujarnya.

Ngabuburit Pengawasan Hari Kedua
Suasana Kegiatan Ngabuburit Pengawasan di Halaman Masjid Agung Al-Ghuraba Baiturrahman Bajawa

Mengangkat tema “Penguatan Kesadaran Politik Pemilih Pemula Muslim di Ngada”, Walterius menegaskan bahwa keadilan Pemilu dalam perspektif Islam merupakan perwujudan prinsip amanah dan tanggung jawab. Ia menekankan haramnya praktik politik uang (risywah), pentingnya proses yang jujur dan adil, serta makna kedaulatan rakyat dalam konsep syura (musyawarah) sebagai bentuk partisipasi dalam kehidupan demokrasi.

“Islam menekankan kejujuran, transparansi, serta larangan suap dan kecurangan guna mewujudkan pemimpin yang berintegritas demi kemaslahatan umum. Karena itu kita semua harus mampu berpartisipasi aktif dalam berbagai bentuk pengawasan Pemilu tak terkecuali para pemilih pemula” ujarnya.

Ia menyoroti masih adanya pemilih pemula yang belum sepenuhnya memahami hak dan tanggung jawabnya dalam proses Pemilu. Kesenjangan pengetahuan tersebut, menurutnya, sering kali disebabkan oleh keterbatasan akses informasi yang memadai.

Dalam perspektif Islam, lanjut Walterius, nilai keadilan yang ditegaskan dalam Al-Qur’an merupakan prinsip fundamental yang harus diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam praktik politik dan demokrasi.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan tanggapan. Sejumlah jemaat juga memberikan apresiasi atas ruang dialog yang dibuka Bawaslu Ngada, karena dinilai memberikan pemahaman baik dari sisi kelembagaan maupun aspek pencegahan dan pengawasan Pemilu.

Bawaslu Ngada menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang usia, pekerjaan, maupun latar belakang, memiliki peran penting dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan. Partisipasi dalam pengawasan tidak hanya merupakan pelaksanaan hak demokrasi, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab moral dan nilai ibadah dalam menegakkan keadilan.

Kegiatan Ngabuburit Pengawasan ditutup dengan buka puasa bersama jemaat Masjid Agung Al-Ghuraba Baiturrahman Bajawa dalam suasana kebersamaan dan kekhidmatan.

 

 

Penulis: Maria Veronika Mogi, S.I.P.