Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Ngada Bekali Mahasiswa KKNT STIPER Flores Bajawa tentang Politik dan Demokrasi Membangun Desa Menuju Ketahanan Pangan

Bawaslu Ngada Bekali Mahasiswa KKNT STIPER Flores Bajawa tentang Politik dan Demokrasi Membangun Desa Menuju Ketahanan Pangan

Bawaslu Ngada Bekali Mahasiswa KKNT STIPER Flores Bajawa tentang Politik dan Demokrasi Membangun Desa Menuju Ketahanan Pangan

Bawaslu Kabupaten Ngada menghadiri sekaligus membawakan materi dalam kegiatan Pembekalan Peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Flores Bajawa dengan tema “Pemberdayaan Potensi Desa Menuju Ketahanan Pangan” yang diselenggarakan di Aula STIPER Flores Bajawa, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua STIPER Flores Bajawa  Dr. Nicolaus Noywuli, S.Pt., M.Si. dan diikuti oleh para mahasiswa peserta KKNT. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Ngada Antonius Ndiwal, S.Fil.,M.Th., Anggota Bawaslu Ngada Walterius Niku, SH beserta jajaran staf Sekretariat Bawaslu Ngada. Hadir pula pemateri eksternal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ngada serta pemateri dari internal kampus.

Dalam materinya yang bertajuk “Politik dan Demokrasi Membangun Desa”, Ketua Bawaslu Ngada menegaskan bahwa desa merupakan ruang strategis dalam pembangunan demokrasi. Menurutnya, kualitas demokrasi nasional sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi politik masyarakat desa, mulai dari keterlibatan dalam musyawarah desa, pengawasan pembangunan, hingga pemilihan kepala desa secara demokratis.

Selain itu, mahasiswa KKNT dinilai memiliki peran penting sebagai agen pendidikan politik di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya partisipasi demokrasi, penggunaan hak pilih secara bijak, serta menolak praktik politik uang, hoaks, dan provokasi yang dapat merusak tatanan demokrasi.

Ketua Bawaslu Ngada juga menjelaskan bahwa politik dan demokrasi harus dipahami sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. Melalui demokrasi yang sehat, masyarakat dapat terlibat aktif dalam menentukan arah pembangunan desa, termasuk dalam mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan potensi lokal desa. “Mahasiswa adalah buka berjalan bagi Masyarakat Desa di saat terjun ke Desa” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Ngada turut menekankan pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya menjaga integritas demokrasi. Pengawasan demokrasi, menurutnya, bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan dan proses demokrasi di desa.

Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan para mahasiswa peserta KKNT STIPER Flores Bajawa mampu menjadi mitra masyarakat dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, transparan, partisipatif, dan berkeadilan, sekaligus mendorong terwujudnya desa yang mandiri dan berdaya saing menuju ketahanan pangan.

2

Humas Bawaslu Ngada